Cara Cerdas Menghindari Serangan Hama Lalat Bibit pada Jagung Dalam Sistem Pertanian Organik

Lalat bibit (Atherigona exigua) merupakan hama utama tanaman jagung yang menyerang jagung mulai dari tumbuh keluar daun pertama (umur 1-2 hari) dengan cara lalat meletakan telur pada daun, kemudian telur menetas menjadi larva (belatung) (pada hari ke 3-4) dan belatung mulai menggerek masuk ke dalam batang tanaman, sehingga daun akan terlihat layu dan kalau dicabut akan terlepas.


Tanaman terserang lalat bibit

Sebagian besar tanaman yang relatif masih muda akan mati, namun ada beberapa tanaman yang sudah agak besar bisa bertahan hidup dengan mengeluarkan akar samping (Advantage root). Salah satu cara pengendalian yang umum dilakukan adalah dengan aplikasi insektisida (sintetis) butiran (Carbofuran) yang diberikan pada lubang tanam bersamaan dengan biji jagung, namun hal ini tidak diperbolehkan dalam sistem pertanian oragnik.
Ketika inspekstor Inofice (Prof. Dr. Agus Kardinan) menginspeksi lahan organik yang dikelola oleh pak Andi dan pak Daniel (orang Amerika) yang berlokasi di kaki gunung Galunggung – Tasikmalya, menemukan cara yang kreatif yang dilakukan mereka untuk menghindari serangan hama lalat bibit tersebut, yaitu dengan menanam biji jagung di persemaian (rumah kasa) terlebih dahulu dan kemudian dipindahkan (transplanting) ke lapangan setelah tanaman berumur sekitar 1 minggu, sehingga relatif aman dari serangan hama lalat bibit.


Andy, Agus dan Daniel


Bibit jagung siap dipindah


Persemaian di rumah kasa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top